Cerita 1. Makhluk Berwarna Hijau

Задания на повторение: вставьте нужные аффиксы

Чтобы выполнить задание нужно авторизоваться и тогда появятся кнопки "Сохранить" и "Завершить задание".

Danang sudah tinggal ayahnya. Ayah Danang tinggal, sehingga ibu Danang harus biaya anaknya.

lulus SMP, Danang terima di STM favorit di Yogyakarta. Saat di STM Danang ambiljurustambang.

lulus Danang dari STM, ia langsung kirim ke Kalimantan oleh pihak sekolah untuk kerja di tambang batu bara.

Danang tak yia-nyiasempat. Ia angkat ke Kalimantan. Di sana, ia harus sedikit lebih mandiri, karena nyata letak tempatnya kerja ada di tengah hutan belantara.

Tak pernah Danang bayang sebelumnya bekerja di sana. Tempat tinggal Danang dengan tempat kerja lumayan jauh. Jika tempuh dengan motor makan waktu sekitar jam.

Jika Danang ingin ke kota ia butuh waktu kurang lebih dua jam. Karena jalan yang belum aspal dan harus lewatkilo-kilometer hutan belantara yang cukup sepi.

percaya di tempat tinggal Danang cukup aneh. Jika pergi belanja ke kota, maka pulang tak boleh bawa sate atau ayam bakar. Entah, kenapa percaya yang seperti itu masih percaya oleh warga kampung di sana. Danang hanya jawab “iya iya” saja ketika masyarakat beritahu.

Ia tak mau sangkal sebab ia cuma datang. Namun, dalam hati kecilnya, ia tak percaya dan heran dengan percayasebut. Pada suatu hari ia tak bagi jatah makanan sehingga malam. Danang langsung angkat dari tempat tinggaltuju ke kota kendara motor.

sampai di kota, Danang segera caridagang sate kambing. Itulah makanan suka Danang. Danang pesan dua porsi. Satu porsi untuk makan di tempat. Satu porsi lagi bungkus untuk sarapan esok harinya.

Di tengah-tengah jalan inilah jadi hal di luar nalar. Ketika ia sampai di hutan, dadak jatuh ranting pohon yang sangat besar di depannya. Ia segera injak remnya. “Astaga! Sedikit lagi tamat riwayatku,” tutur Danang dalam hati.

Akhirnya, Danang langsung turun dari motornya. Ia niat ingkir ranting pohon itu. Karena ranting pohon itu halang jalannya. Itu jalan satu-satunya tuju ke tempat tinggal.

Saat Danang akan sigkir ranting pohon itu, tiba-tiba mesin motornya mati dengan sendiri. ada yang semula agak terang karena bantu sorotan lampu motor jadi gelap gulita. rasa mulai tidak enak, jantung Danang mulaidetak kencang.

Sial baginya karena motor yang semula tidak apa-apa kini mati dadak. Dan angin pun dadaktiup kencang. Danang hanya bisa tahan rasa takutnya sekaligus tahan rasa dingin. Saat niat dorong motornya, tiba-tiba dengar suara orang tawa bahak-bahak.

Ia celinguk mencari sumber suara itu. Dari balik pohon yang besar, keluarlah sesosok makhluk yang badannya tinggi besar. Kedua matanya yang bulat dan besar pancar sinar warna merah.

Hidungnya lebar, mulutnya besar. Seluruh kulit dan tubuhnya warna hijau dan penuh dengan bulu. Di atas kepalanya ada sebuah tanduk, mirip sekali tanduk badak cula satu.

Danang cengang melihat makhluk itu, tubuhnya gemetar. Lalu makhluk itu jalandekat dirinya. Setelah makhluk itu di depan Danang, makhluk itu langsung rebutbungkus sate kambing miliknya.

Makhluk itu segera makan sate miliknya sambil tawa. Setelah makan makhluk itu langsung gegas pergi tinggal Danang sambil tawa dan tak berapa lama mudi ia telah hilang dengan sendirinya.

Setelah makhluk itu hilang tiba-tiba motor Danang bisa hidup kembali. Danang buru-buru tancap gas tinggal tempat itu. sampai di tempat kosnya Danang baru ingat kata orang kampung kalau ke kota pulangnya tak boleh bawa sate atau ayam bakar.

Semenjak jadi itu Danang tidak pernah berani lagi untuk bungkus sate atau ayam bakar untuk bawa ke kosnya.

Комментарии

Пока нет комментариев.